5 Langkah Supaya Napas Tetap Segar Saat Puasa

12

Satu hal yang sering dialami saat puasa di bulan Ramadhan adalah bau mulut yang tidak sedap. Bukan hanya Anda, ada banyak orang yang mengalami hal yang sama. Agar napas Anda tetap segar selama bulan puasa, ada beberapa trik dan trik untuk mengatasi bau mulut berikut ini.

Mengapa bernafas menjadi tidak segar saat puasa?

Atasi bau mulut saat puasa

Setiap orang memiliki masalah bau mulut ketika di pagi hari. Namun, selama bulan puasa, kondisi ini terjadi hampir setengah hari. Kondisi bau mulut ini dikenal sebagai mulut berbau.

Halitosis dapat dikaitkan dengan kondisi berikut.

  • Mulut kering
  • Plak pada gigi di dekat perbatasan gusi
  • Warna putih di lidah
  • Rasanya seperti meneteskan bagian belakang hidung ke tenggorokan
  • Rasa tidak enak di mulut, seperti sensasi logam (dysgeusia)

Secara umum, halitosis terjadi karena ada sisa makanan yang masih terlibat di antara gigi, di sekitar gusi, dan lidah. Jika gigi tidak dibersihkan secara menyeluruh, sangat mungkin bagi mulut untuk menghasilkan bau yang tidak sedap. Pasalnya, sisa makanan ini bisa membusuk dan memicu pertumbuhan bakteri di dalam mulut.

Disebutkan dalam jurnal Kesehatan Mulut Dan Manajemen Gigi, bau mulut selama puasa sebagian besar disebabkan oleh bakteri yang memproduksi belerang di mulut, serta penurunan produksi saliva.

Juga dijelaskan di halaman Dokter keluargaBakteri ini dapat memecah protein sehingga berubah menjadi volatile sulfur (VSC). Zat ini biasanya akan bertahan di belakang lidah dan tenggorokan. Zat ini akan menimbulkan bau tak sedap, terutama saat Anda berbicara.

Namun, tidak hanya sisa makanan dan sikat gigi yang tidak bersih, ada beberapa alasan penyebab bau mulut, seperti merokok, makanan atau minuman tertentu yang memicu halitosis.

Rasanya tidak nyaman memiliki bau mulut. Anda perlu menerapkan cara untuk mengatasi bau mulut selama puasa dan menjaga napas Anda tetap segar.

Mengatasi bau mulut sehingga pernapasan tetap segar saat puasa

Anda dapat menghindari halitosis dengan menerapkan beberapa cara untuk menjaga kesegaran mulut di bawah ini.

1. Persyaratan air mineral yang tidak memadai

efek dari minum air dingin

Cara pertama mengatasi bau mulut saat puasa, yaitu memenuhi kebutuhan air mineral saat sahur dan berbuka puasa. Minum banyak air dapat membantu menjaga kesegaran mulut saat puasa.

Ingatlah selalu, dalam satu hari Anda harus memenuhi kebutuhan air mineral sebanyak-banyaknya delapan gelas atau setara dengan dua liter.

Bagaimana cara membaginya? Hanya dua gelas untuk makan Anda dan enam setelah berbuka puasa. Tidak perlu meminumnya sekaligus, Anda dapat membagi waktu sampai kecukupan air dipertahankan.

2. Sikat gigi Anda dengan pasta gigi herbal

Atasi bau mulut saat puasa

Menjaga kebersihan dan kesehatan mulut dan gigi adalah cara yang perlu dilakukan untuk mengatasi bau mulut saat puasa. Biasakan untuk menyikat gigi selama dua menit. Lakukan dua kali sehari, saat fajar dan sebelum tidur.

Anda juga bisa menggunakan pasta gigi yang mengandung ekstrak herbal, seperti eucalyptus dan adas (biji adas). Kedua bahan ini bisa efektif menjaga kesegaran mulut. Sikat gigi Anda secara teratur dengan pasta gigi ini sehingga Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara optimal.

Selain itu, jangan lupa menyikat lidah Anda setelah menyikat gigi dan flossing sehingga tidak ada sisa makanan yang tertinggal.

3. Menghindari makanan dan minuman tertentu

khasiat bawang putih

Mungkin Anda sudah menerapkan metode tertentu untuk menjaga bau mulut. Namun, bau mulut masih terjadi. Siapa tahu Anda mengonsumsi makanan atau minuman tertentu yang memicu halitosis.

Beberapa makanan dan minuman yang memicu bau mulut, seperti bawang, bawang putih, keju, rempah-rempah, jus jeruk, dan soda. Bagaimana bisa? Ketika makanan dan minuman diserap, zat-zat ini memasuki aliran darah dan dibawa ke paru-paru. Karena itu, saat bernafas Anda bisa mengalami bau mulut.

Ayo, mulailah memperhatikan apa yang Anda konsumsi mulai sekarang untuk mengatasi bau mulut saat puasa. Hindari makanan dan minuman ini saat fajar dan berbuka puasa untuk menghindari halitosis.

4. Jangan merokok

mulas berhenti minum obat

Saat berbuka puasa, banyak perokok yang memanjakan diri dengan rokok. Merokok memang tidak baik untuk kesehatan secara keseluruhan dan berdampak pada bau mulut.

Dengan berhenti merokok, Anda juga dapat mengurangi risiko peradangan gusi yang juga dapat memicu bau mulut. Karena itu, untuk mengatasi bau mulut saat berpuasa, ada baiknya berhenti merokok.

5. Makan banyak sayur dan buah

buah dan sayur-sayuran

Saat sahur dan berbuka puasa, selalu sertakan berbagai jenis sayur dan buah untuk mengatasi bau mulut. Asupannya kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh menjaga kesegaran mulut Kamu.

Sayuran dan buah-buahan yang dapat Anda konsumsi meliputi:

  • Mangga
  • Pepaya
  • Beri aku
  • nanas
  • Brokoli
  • bayam
  • Tomat

Asupan di atas kaya akan vitamin C yang dapat mencegah peradangan pada tubuh. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan gusi berdarah, radang gusi (radang gusi), dan enamel rapuh (lapisan luar gigi). Akibat dari kondisi tersebut, dapat memicu halitosis.

Karena itu, pastikan asupan vitamin C Anda terjaga melalui konsumsi banyak sayuran dan buah. Juga lakukan langkah lain agar kesegaran mulut selalu terjaga.

Posting 5 Langkah untuk Menjaga Nafas Segar Saat Puasa muncul pertama kali di Hello Healthy.