Jangan Sampai Asal, Begini Cara Mandi yang Benar dan Sehat

12

Mandi dan membersihkan diri merupakan salah satu bentuk perawatan kulit sehari-hari yang memberikan banyak manfaat. Kegiatan ini terkesan sepele karena setiap orang melakukannya setiap hari. Namun, apakah Anda melakukannya dengan cara yang benar?

Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, berikut adalah pedoman pembersihan diri yang benar dan sehat.

Seberapa sering Anda perlu mandi dalam sehari?

mandi setelah bangun tidur

Saat membersihkan diri sendiri, Anda tidak hanya menuangkan air ke seluruh tubuh Anda. Seberapa sering Anda mandi dalam sehari, lama mandi, suhu air, cara Anda mengeringkan tubuh, apakah Anda menggunakannya mandi atau bak mandi berkontribusi pada kondisi kulit.

Sedangkan kebersihan tubuh memang berpengaruh pada kesehatan seseorang. Mandi dapat membersihkan kulit dan mengangkat sel kulit mati (terkelupas) sehingga pori-pori menjadi bersih dan kulit dapat berfungsi dengan baik.

Perlu diketahui bahwa terlalu sering mandi tidak menjamin tubuh Anda akan lebih sehat. Pasalnya, mandi berlebihan, meski dengan cara yang benar, sebenarnya bisa menghilangkan beberapa jenis bakteri yang hidup di kulit secara alami.

Tidak ada patokan seberapa sering Anda harus membersihkan tubuh dalam sehari. Orang yang melakukannya sekali sehari mungkin lebih sehat dan lebih bersih dari dua kali sehari, begitu pula sebaliknya.

Satu hal yang jelas adalah Anda tetap perlu membersihkan seluruh tubuh sesuai kebutuhan. Itu tergantung setiap orang sekali sehari, dua kali, atau bahkan tidak mandi sama sekali. Akan tetapi, kebutuhan akan kebersihan berbeda dari orang ke orang.

Namun jika melihat kebutuhan berdasarkan usia, berikut beberapa panduan yang bisa Anda ikuti.

1. Balita

Menurut pernyataan dari American Academy of Pediatrics, bayi tidak harus mandi setiap hari. Bayi baru membutuhkan jadwal kebersihan rutin saat merangkak dan bisa makan.

2 anak

Selama tidak banyak berkeringat atau bermain di tempat kotor di luar rumah, anak usia 6 – 11 tahun tidak perlu mandi sekali atau dua kali sehari. Mereka bahkan bisa melakukannya setiap beberapa hari.

3. Pemuda

Remaja cenderung aktif dan lebih banyak berkeringat, terutama anak laki-laki karena mereka suka berolahraga. Oleh karena itu, mandi minimal satu kali dalam sehari setelah beraktivitas tentunya dibutuhkan agar tetap bersih.

4. Dewasa

Jenis pekerjaan dan aktivitas yang Anda lakukan menentukan seberapa sering Anda perlu membersihkan diri. Pekerjaan berat yang membuat tubuh aktif bergerak, tentunya menuntut Anda untuk lebih sering mandi daripada bekerja di ruangan ber-AC sepanjang hari.

5. Lansia

Lansia tidak harus mandi satu atau dua kali sehari karena tidak mengalami hiperhidrosis atau mengeluarkan banyak keringat. Lansia diperbolehkan membersihkan badan 1-2 kali seminggu, atau menggunakan waslap yang telah dibasahi air hangat terlebih dahulu.

Berapa lama waktu mandi yang disarankan?

manfaat mandi air panas

Sekarang setelah Anda tahu cara menentukan frekuensi mandi yang benar, sekarang saatnya menentukan berapa lama Anda bisa menghabiskan waktu di percikan. Sejauh ini, mandi lebih lama diyakini lebih bersih. Namun, ini tidak selalu benar.

Menurut Dr. Stephen Shumack, Head of the Australasian College of Dermatologists, pembersihan cepat sebenarnya cukup ampuh untuk menghilangkan bau badan, keringat, dan minyak berlebih di permukaan kulit.

Ini karena satu-satunya bagian tubuh Anda yang menghasilkan bau tak sedap adalah selangkangan dan ketiak, bukan seluruh tubuh Anda. Jadi, mandi cepat pun tetap bisa membuat tubuh Anda bersih selama Anda membersihkan tubuh secara menyeluruh.

Dr Shumack juga menyebutkan bahwa mandi terlalu lama bisa menghilangkan minyak alami yang melindungi lapisan kulit. Hal tersebut membuat tubuh lebih mudah terserang virus, bakteri, dan masalah kulit lainnya seperti eksim (dermatitis atopik), gatal-gatal, dan kulit kering.

Selain itu, pembersihan tubuh yang berlebihan juga mengganggu jumlah bakteri di permukaan kulit. Sabun antibakteri yang Anda gunakan kemungkinan besar akan membunuh bakteri baik, karena sabun tidak membedakan bakteri baik dan jahat.

Akibatnya, semakin banyak bakteri jahat yang tumbuh di permukaan kulit. Hal ini berisiko menimbulkan infeksi jamur (yeast) yang ditandai dengan munculnya rasa gatal atau ruam pada kulit. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mandi lebih dari 5 menit.

Suhu air yang ideal untuk mandi

mandi di malam hari membuat paru-paru basah

Cara mandi yang benar juga ditentukan oleh suhu air yang Anda gunakan. Berendam atau memercik dengan air panas atau dingin sebenarnya sama-sama bergizi untuk kesehatan Anda. Namun, keduanya memiliki efek yang berbeda pada tubuh.

1. Mandi air panas

Jika Anda suka mandi air panas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Suhu air tidak boleh lebih tinggi dari 44 derajat Celcius. Selain itu, saat berada di suhu ini, mandi selama lima menit saja sebenarnya sudah cukup.

Jika Anda menggunakan air panas sesuai anjuran, berikut manfaat yang bisa Anda dapatkan.

  • Sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
  • Merilekskan otot yang tegang, kaku, dan nyeri.
  • Meningkatkan hormon bahagia sehingga mengurangi stres dan kecemasan.
  • Membantu mengatasi insomnia dan gangguan tidur lainnya.

Di sisi lain, ada juga konsekuensi yang bisa terjadi jika Anda tidak mandi air panas dengan benar. Berikut ini di antaranya.

  • Kulit kering dan pecah-pecah karena berkurangnya produksi minyak alami.
  • Rambut pecah dan menjadi kering.
  • Tekanan darah turun secara tiba-tiba sehingga kepala terasa pusing.

2. Mandi air dingin

Di hari yang panas atau saat Anda bangun di pagi hari, mandi air dingin sepertinya bisa menjadi pilihan yang menyegarkan. Namun tetap jaga suhu air agar tidak terlalu dingin. Jangan pula mandi di air es yang suhunya terlalu ekstrim bagi tubuh.

Mandi air dingin dengan cara yang benar dapat menjaga kesehatan tubuh berkat manfaat berikut ini.

  • Meningkatkan hormon adrenalin yang membuat pikiran lebih segar.
  • Menjaga kesehatan rambut dan kulit.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh melalui produksi protein tertentu.
  • Membantu meredakan gejala depresi.

Seperti halnya mandi air panas, mandi air dingin juga membawa risiko. Kondisi berikut sebenarnya hanya muncul saat tubuh Anda terpapar air yang sangat dingin dalam waktu yang lama, namun Anda tetap perlu mewaspadai hal tersebut.

  • Penyempitan pembuluh darah, sehingga mengganggu suplai darah ke organ vital.
  • Hipotermia, yaitu penurunan suhu internal tubuh secara tiba-tiba yang berbahaya.

Mandi dengan gayung, mandi, atau bak mandi?

bagaimana mengurangi stres

Sedangkan sebagian orang lebih memilih bersantai di bak mandi air hangat bak mandiyang lain lebih suka kenyamanan mandi di bawah pijatan pancuran atau menggunakan gayung. Pada dasarnya, mandi dengan ketiga cara tersebut sangatlah benar.

Berendamlah bak mandi adalah cara terbaik untuk bersantai dan menikmati waktu Anda. Anda bahkan dapat banyak bereksperimen dengan membuat busa, menambahkan minyak esensial, atau menggunakan bom mandi untuk menambahkan efek relaksasi.

Perendaman sangat bagus karena uap dari air dalam yang hangat bak mandi dapat membuka pori-pori dan meluruhkan kotoran pada tubuh. Namun, sel kulit mati, sisa sabun dan sampo, serta kotoran yang jatuh dari tubuh akan bercampur dengan air rendaman.

Sementara itu, bersihkan badan di bawah lari mandi atau memakai gayung bisa membuat tubuh lebih segar dan memulihkan tenaga. Apalagi tipe mandi tentunya dilengkapi dengan water massage yang membuat tubuh serasa dimanja di spa.

Jika badan sangat kotor, misalnya setelah bekerja atau berolahraga di luar ruangan, cara mandi yang tepat mungkin dengan mandi atau sendok. Kalau masih mau berendam tidak ada salahnya, tapi usahakan jangan terlalu lama.

Kesalahan umum saat mandi

sampo anjing menghilangkan kutu rambut

Terlepas dari berbagai poin yang telah disebutkan sebelumnya, berikut ini beberapa kesalahan yang kerap dilakukan orang saat mandi.

1. Menggunakan handuk secara kasar

Banyak orang tanpa sadar menggosok handuk mereka ke kulit dengan kasar. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat kulit menjadi kasar dan kering. Cara mengeringkan badan yang benar setelah mandi adalah dengan menepuk-nepukkan handuk pada kulitnya.

2. Melilitkan rambut dengan handuk

Membungkus rambut dengan handuk membuat rambut Anda stres dan memperburuk kerusakan yang ada. Selain itu, mengusap rambut atau memeras handuk juga akan menyebabkan rambut patah dan pecah-pecah.

3. Shampo setiap hari dengan air panas

Keramas dengan suhu panas dapat merusak kutikula yang melindungi rambut dan membuat warna rambut memudar. Sebagai gantinya, gunakan air dingin untuk mencuci rambut agar rambut Anda tetap terlihat segar dan tidak kusam.

4. Lupa membersihkan dan mengeringkan shower puff

Shower puff adalah tempat yang paling disukai bagi bakteri untuk berkembang biak jika dibiarkan basah. Jadi, pastikan Anda bersih-bersih shower puff setelah mandi dan segera keringkan agar bakteri tidak berkembang biak.

5. Tidak membilas tubuh dengan baik

Satu hal yang perlu diperhatikan, jangan lupa pastikan semua sabun dan sampo sudah terbilas bersih. Pasalnya, produk yang tertinggal di tubuh Anda bisa memicu iritasi kulit dan pori-pori tersumbat sehingga menimbulkan masalah jerawat.

6. Menggosok kulit kepala dengan kuku jari

Membersihkan kulit kepala saat mandi dengan menggosoknya kurang tepat. Ini sebenarnya bisa menyebabkan kulit mengelupas, iritasi kulit, dan ujung bercabang. Sebagai gantinya, cukup pijat kulit kepala Anda dengan lembut.

7. Sabun tidak mengandung uap air

Jika Anda lebih suka sabun batangan, pastikan sabun tersebut mengandung pelembab seperti asam stearat atau bahan lain yang berlabel "pelembab". Ini karena sabun tanpa kandungan pelembab bisa membuat kulit kering.

8. Tidak membilas tubuh dengan baik

Sisa sabun dan sampo pada kulit dapat mengiritasi dan menyumbat pori-pori yang menyebabkan munculnya jerawat. Untuk mencegahnya, coba miringkan kepala Anda saat membilas rambut agar residunya mudah mengalir.

9. Jangan langsung mengoleskan lotion pelembab

Jangan biarkan kulit Anda mengering terlalu lama setelah dibersihkan. Jika kulit sudah kering, jaringan tidak bisa menyerap kelembapan dengan baik. Waktu terbaik untuk mengaplikasikan produk pelembab adalah sesegera mungkin setelah mengeringkan diri.

Cara mandi yang benar dan sehat dapat ditentukan dari seberapa sering Anda mandi, lama waktu mandi, dan sejumlah faktor lainnya. Meski terdengar rumit pada awalnya, panduan ini pasti akan terasa lebih mudah setelah Anda terbiasa.

Postingan Jangan Benar, Begini Cara Mandi Benar dan Sehat tampil pertama kali di Hello Sehat.